Nganjuk - Sebanyak 1.307 guru dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menggelar aksi unjukrasa di depan Pendopo Kabupaten Nganjuk, siang tadi.
Mereka menuntut untuk di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam perekrutan CPNS tahun 2013 mendatang.
Dalam aksi tersebut, para guru dan pegawai tidak tetap itu juga membakar keranda jenazah yang mereka bawa di depan pendopo Kabupaten Nganjuk sebagai penggambaran nasib mereka yang sampai kini tak memiliki kejelasan.
Para guru juga menggelar orasi mengecam Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk, Suroso, yang sampai kini tak mau memberi kepastian pada mereka kapan akan diangkat menjadi PNS.
"Kami ingin diangkat menjadi PNS. Sebab, kami sudah mengabdi menjadi tenaga honorer sejak puluhan tahun. Sejak tahun 1005, kami sudah dijanjikan akan diangkat menjadi PNS, namun sampai kini janji tersebut tidak ditepati," jelas seorang guru honorer, Ninuk Anjaswati, Rabu (15/5/2013).
Karena Kepala BKD tak kunjung keluar menemui mereka, para pengunjukrasa yang emosi langsung membakar keranda jenazah di depan Pendopo Kabupaten.
Takut menuai kericuhan, Kepala BKD Nganjuk, Suroso, akhirnya bersedia menemui perwakilan GTT-PTT. Meski demikian, tak ada hasil berarti dari pertemuan tersebut.
"Saya sudah menyampaikan usulan pada Pemerintah Pusat untuk mengangkat kalian jadi PNS. Tetapi, keputusannya ada di Badan Kepegawaian Nasional pusat, bukan di BKD Nganjuk," jelasnya.
Seolah tak puas dengan jawaban Suroso, para pengunjukrasa tetap akan mengancam akan menggelar aksi unjukrasa kembali menuntut apa yang menjadi harapan mereka.